Blogger news

Pages

persahabatan

sahabat adalah satu jiwa dalam dua tubuh. seperti oksigen dalam air (H2O), seperti hemoglobin dalam darah. banyak mantan pacar tapi tidak ada mantan sahabat.

Perjuangan

Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi tuk menang.(RA Kartini)

untukmu

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

perjuangan

Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap.

Llove

Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love which come from the door of sweetheart.

Kamis, 16 Mei 2013

biografi RA Kartini

Nama Lengkap : Raden Ajeng Kartini
 Tempat/Tgl. Lahir : Jepara 21 April 1879
 Ayah : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat
 Ibu : M.A Ngasirah Suami : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
 Anak : Raden Mas Soesalit
 Wafat : 17 september 1904

 Biografi

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.
Kartini bersama suaminya, R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat (1903).

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Sekolah Kartini (Kartinischool), 1918.

Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.
Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu. Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya. Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional. Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya. Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi. Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

pemikiran Kartini

Pada surat-surat Kartini tertulis pemikiran-pemikirannya tentang kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Sebagian besar surat-suratnya berisi keluhan dan gugatan khususnya menyangkut budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kartini menulis ide dan cita-citanya, seperti tertulis: Zelf-ontwikkeling dan Zelf-onderricht, Zelf- vertrouwen dan Zelf-werkzaamheid dan juga Solidariteit. Semua itu atas dasar Religieusiteit, Wijsheid en Schoonheid (yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan), ditambah dengan Humanitarianisme (peri kemanusiaan) dan Nasionalisme (cinta tanah air).

Surat-surat Kartini juga berisi harapannya untuk memperoleh pertolongan dari luar. Pada perkenalan dengan Estelle "Stella" Zeehandelaar, Kartini mengungkap keinginan untuk menjadi seperti kaum muda Eropa. Ia menggambarkan penderitaan perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku sekolah, harus dipingit, dinikahkan dengan laki-laki yang tak dikenal, dan harus bersedia dimadu.

Pandangan-pandangan kritis lain yang diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia mengungkapkan tentang pandangan bahwa dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling menyakiti. "...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu..." Kartini mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah.

Surat-surat Kartini banyak mengungkap tentang kendala-kendala yang harus dihadapi ketika bercita-cita menjadi perempuan Jawa yang lebih maju. Meski memiliki seorang ayah yang tergolong maju karena telah menyekolahkan anak-anak perempuannya meski hanya sampai umur 12 tahun, tetap saja pintu untuk ke sana tertutup. Kartini sangat mencintai sang ayah, namun ternyata cinta kasih terhadap sang ayah tersebut juga pada akhirnya menjadi kendala besar dalam mewujudkan cita-cita. Sang ayah dalam surat juga diungkapkan begitu mengasihi Kartini. Ia disebutkan akhirnya mengizinkan Kartini untuk belajar menjadi guru di Betawi, meski sebelumnya tak mengizinkan Kartini untuk melanjutkan studi ke Belanda ataupun untuk masuk sekolah kedokteran di Betawi.

Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini.

Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi.

Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku.

Perubahan pemikiran Kartini ini menyiratkan bahwa dia sudah lebih menanggalkan egonya dan menjadi manusia yang mengutamakan transendensi, bahwa ketika Kartini hampir mendapatkan impiannya untuk bersekolah di Betawi, dia lebih memilih berkorban untuk mengikuti prinsip patriarki yang selama ini ditentangnya, yakni menikah dengan Adipati Rembang.

Penghormatan:
- Mendapatkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional
- Tanggal Kelahiran R.A Kartini yaitu 21 April, ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari besar.

Buku
    Habis Gelap Terbitlah Terang

    Pada 1922, oleh Empat Saudara, Door Duisternis Tot Licht disajikan dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang; Boeah Pikiran. Buku ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. Armijn Pane, salah seorang sastrawan pelopor Pujangga Baru, tercatat sebagai salah seorang penerjemah surat-surat Kartini ke dalam Habis Gelap Terbitlah Terang. Ia pun juga disebut-sebut sebagai Empat Saudara.

    Pada 1938, buku Habis Gelap Terbitlah Terang diterbitkan kembali dalam format yang berbeda dengan buku-buku terjemahan dari Door Duisternis Tot Licht. Buku terjemahan Armijn Pane ini dicetak sebanyak sebelas kali. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Armijn Pane menyajikan surat-surat Kartini dalam format berbeda dengan buku-buku sebelumnya. Ia membagi kumpulan surat-surat tersebut ke dalam lima bab pembahasan. Pembagian tersebut ia lakukan untuk menunjukkan adanya tahapan atau perubahan sikap dan pemikiran Kartini selama berkorespondensi. Pada buku versi baru tersebut, Armijn Pane juga menciutkan jumlah surat Kartini. Hanya terdapat 87 surat Kartini dalam "Habis Gelap Terbitlah Terang". Penyebab tidak dimuatnya keseluruhan surat yang ada dalam buku acuan Door Duisternis Tot Licht, adalah terdapat kemiripan pada beberapa surat. Alasan lain adalah untuk menjaga jalan cerita agar menjadi seperti roman. Menurut Armijn Pane, surat-surat Kartini dapat dibaca sebagai sebuah roman kehidupan perempuan. Ini pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa surat-surat tersebut ia bagi ke dalam lima bab pembahasan.

    Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
    Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno. Pada mulanya Sulastin menerjemahkan Door Duisternis Tot Licht di Universitas Leiden, Belanda, saat ia melanjutkan studi di bidang sastra tahun 1972. Salah seorang dosen pembimbing di Leiden meminta Sulastin untuk menerjemahkan buku kumpulan surat Kartini tersebut. Tujuan sang dosen adalah agar Sulastin bisa menguasai bahasa Belanda dengan cukup sempurna. Kemudian, pada 1979, sebuah buku berisi terjemahan Sulastin Sutrisno versi lengkap Door Duisternis Tot Licht pun terbit.

    Buku kumpulan surat versi Sulastin Sutrisno terbit dengan judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Menurut Sulastin, judul terjemahan seharusnya menurut bahasa Belanda adalah: "Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsa Jawa". Sulastin menilai, meski tertulis Jawa, yang didamba sesungguhnya oleh Kartini adalah kemajuan seluruh bangsa Indonesia.

    Buku terjemahan Sulastin malah ingin menyajikan lengkap surat-surat Kartini yang ada pada Door Duisternis Tot Licht. Selain diterbitkan dalam Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya, terjemahan Sulastin Sutrisno juga dipakai dalam buku Kartini, Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan Suaminya.

    Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904

    Buku lain yang berisi terjemahan surat-surat Kartini adalah Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904. Penerjemahnya adalah Joost Coté. Ia tidak hanya menerjemahkan surat-surat yang ada dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Joost Coté juga menerjemahkan seluruh surat asli Kartini pada Nyonya Abendanon-Mandri hasil temuan terakhir. Pada buku terjemahan Joost Coté, bisa ditemukan surat-surat yang tergolong sensitif dan tidak ada dalam Door Duisternis Tot Licht versi Abendanon. Menurut Joost Coté, seluruh pergulatan Kartini dan penghalangan pada dirinya sudah saatnya untuk diungkap.

    Buku Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904 memuat 108 surat-surat Kartini kepada Nyonya Rosa Manuela Abendanon-Mandri dan suaminya JH Abendanon. Termasuk di dalamnya: 46 surat yang dibuat Rukmini, Kardinah, Kartinah, dan Soematrie.

    Panggil Aku Kartini Saja

    Selain berupa kumpulan surat, bacaan yang lebih memusatkan pada pemikiran Kartini juga diterbitkan. Salah satunya adalah Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer. Buku Panggil Aku Kartini Saja terlihat merupakan hasil dari pengumpulan data dari berbagai sumber oleh Pramoedya.

    Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya

    Akhir tahun 1987, Sulastin Sutrisno memberi gambaran baru tentang Kartini lewat buku Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya. Gambaran sebelumnya lebih banyak dibentuk dari kumpulan surat yang ditulis untuk Abendanon, diterbitkan dalam Door Duisternis Tot Licht.

    Kartini dihadirkan sebagai pejuang emansipasi yang sangat maju dalam cara berpikir dibanding perempuan-perempuan Jawa pada masanya. Dalam surat tanggal 27 Oktober 1902, dikutip bahwa Kartini menulis pada Nyonya Abendanon bahwa dia telah memulai pantangan makan daging, bahkan sejak beberapa tahun sebelum surat tersebut, yang menunjukkan bahwa Kartini adalah seorang vegetarian.[3] Dalam kumpulan itu, surat-surat Kartini selalu dipotong bagian awal dan akhir. Padahal, bagian itu menunjukkan kemesraan Kartini kepada Abendanon. Banyak hal lain yang dimunculkan kembali oleh Sulastin Sutrisno.

    Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903

    Sebuah buku kumpulan surat kepada Stella Zeehandelaar periode 1899-1903 diterbitkan untuk memperingati 100 tahun wafatnya. Isinya memperlihatkan wajah lain Kartini. Koleksi surat Kartini itu dikumpulkan Dr Joost Coté, diterjemahkan dengan judul Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.

    "Aku Mau ..." adalah moto Kartini. Sepenggal ungkapan itu mewakili sosok yang selama ini tak pernah dilihat dan dijadikan bahan perbincangan. Kartini berbicara tentang banyak hal: sosial, budaya, agama, bahkan korupsi.

kata bijak Ibu R.A Kartini
Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum diwajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.

Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tiada dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi tuk menang.

Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya tuk mencari seorang yg lebih baik darimu.

Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.

Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia, kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi.

Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

Saat membicarakan org lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.

Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.

Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yg datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yg membiarkannya datang.

“Salah satu daripada cita – cita yang hendak kusebarkan ialah: Hormatilah segala yang hidup, hak-haknya, perasaannya, baik tidak terpaksa baik pun karena terpaksa. Haruslah juga segan menyakiti mahkluk lain, sedikitpun jangan sampai menyakitinya. Segenap cita – citanya kita hendaklah menjaga sedapat – dapat yang kita usahakan.  Supaya semasa mahkluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: Dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu “terima kasih” namanya.”

“Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan – angan muda mati, kadang – kadang timbullah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah.”

“Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (dalam salah satu kalimat isi suratnya kepada sahabatnya Ny. Abendanon di Belanda, tahun 1902)

“Habis gelap terbitlah terang”

Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri.. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain. – R. A. Kartini

Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita, semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia. – R. A. Kartini

Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, demikianlah pula dalam hidup manusia bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah. – R. A. Kartini

Selasa, 14 Mei 2013

Biografi Bung Hatta

MOH. HATTA

Mohammad Hatta lahir dari keluarga pedagang di Batuhampar, kenagarian yang terletak di antara Payakumbuh dan Bukittinggi. Ia lahir dengan nama Muhammad Athar pada 12 Agustus 1902 dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha. Namanya, Athar berasal dari bahasa Arab, yang berarti "harum".Ia merupakan anak kedua, setelah Rafiah yang lahir pada tahun 1900. Sejak kecil, ia telah dididik dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang taat melaksanakan ajaran agama Islam. Kakeknya dari pihak ayah, Abdurahman Batuhampar dikenal sebagai ulama pendiri Surau Batuhampar, sedikit dari surau yang bertahan pasca-Perang Padri. Sementara itu, ibunya berasal dari keturunan pedagang. Beberapa orang mamaknya adalah pengusaha besar di Jakarta.

Ayahnya meninggal pada saat ia masih berumur tujuh bulan. Setelah kematian ayahnya, ibunya menikah dengan Agus Haji Ning, seorang pedagang dari Palembang, Haji Ning sering berhubungan dagang dengan Ilyas Bagindo Marah, kakeknya dari pihak ibu. Dari perkawinan Siti Saleha dengan Haji Ning, mereka dikaruniai empat orang anak, yang kesemuanya adalah perempuan.
Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia.

Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik.

Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).

Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia.

Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.

Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free.
Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.

Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.
Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.

Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta.
Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.

Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.
Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.

Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.

Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.
Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.

Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia.

Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.
Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto.

PENDIDIKAN
•    Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)
•    Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921)
•    Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919)
•    Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916
•    Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916)

KARIR
•    Ketua Panitia Lima (1975)
•    Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969)
•    Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959)
•    Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961)
•    Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950)
•    Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949)
•    Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949)
•    Wakil Presiden RI pertama (1945)
•    Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945)
•    Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945)
•    Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945)
•    Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942)
•    Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
•    Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
•    Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930)
•    Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
•    Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
•    Partai Nasional Indonesia

Organisasi:
•    Club pendidikan Nasional Indonesia
•    Liga menentang Imperialisme
•    Perhimpunan Hindia
•    Jong Sumatranen Bond

PENGHARGAAN
•    Pahlawan Nasional
•    Bapak koperasi Indonesia
•    Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965
•    Proklamator Indonesia
•    The Founding Father's of Indonesia

Kata Bijak Bung Hatta
"Perjuanganku melawan penjajah lebih mudah, tidak seperti kalian nanti. Perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri".

biografi Bung Karno

Nama Lengkap    : Soekarno
Alias                    : Bung Karno | Pak Karno
Agama                 : Islam
Tempat Lahir       : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir      : Kamis, 6 Juni 1901
Warga Negara      : Indonesia
Ayah                    : Raden Soekemi Sosrodihardjo
anak                     : Megawati Soekarnoputri,Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, Guntur Soekarnoputra, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, Taufan Soekarnoputra , Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan, Kartika Sari Dewi Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri
Ibu                       : Ida Ayu Nyoman Rai
Istri                      : Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Heldy Djafar, Fatmawati Soekarno


BIOGRAFI
Ketika dilahirkan, Soekarno diberikan nama Koesno Sosrodihardjo oleh orangtuanya. Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali. Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur. Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto.

Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya. Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918.

Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil. Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.
Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat. Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI.

Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.

Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang. Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya. Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.
Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri. Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang.

Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP. Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia. Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.
Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota.  Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati. Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan. Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.

Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda. Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.
Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan.

Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme).
Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden. Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.

Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.

Kesehatan Soekarno sudah mulai menurun sejak bulan Agustus 1965. Sebelumnya, ia telah dinyatakan mengidap gangguan ginjal dan pernah menjalani perawatan di Wina, Austria tahun 1961 dan 1964. Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina menyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat tetapi ia menolaknya dan lebih memilih pengobatan tradisional. Ia masih bertahan selama 5 tahun sebelum akhirnya meninggal pada hari Minggu, 21 Juni 1970 di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta dengan status sebagai tahanan politik. Jenazah Soekarno pun dipindahkan dari RSPAD ke Wisma Yasso yang dimiliki oleh Ratna Sari Dewi. Sebelum dinyatakan wafat, pemeriksaan rutin terhadap Soekarno sempat dilakukan oleh Dokter Mahar Mardjono yang merupakan anggota tim dokter kepresidenan. Tidak lama kemudian dikeluarkanlah komunike medis yang ditandatangani oleh Ketua Prof. Dr. Mahar Mardjono beserta Wakil Ketua Mayor Jenderal Dr. (TNI AD) Rubiono Kertopati.

Komunike medis tersebut menyatakan hal sebagai berikut:
1.    Pada hari Sabtu tanggal 20 Juni 1970 jam 20.30 keadaan kesehatan Ir. Soekarno semakin memburuk dan kesadaran berangsur-angsur menurun.
2.    Tanggal 21 Juni 1970 jam 03.50 pagi, Ir. Soekarno dalam keadaan tidak sadar dan kemudian pada jam 07.00 Ir. Soekarno meninggal dunia.
3.    Tim dokter secara terus-menerus berusaha mengatasi keadaan kritis Ir. Soekarno hingga saat meninggalnya.

Walaupun Soekarno pernah meminta agar dirinya dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, namun pemerintahan Presiden Soeharto memilih Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai tempat pemakaman Soekarno. Hal tersebut ditetapkan lewat Keppres RI No. 44 tahun 1970. Jenazah Soekarno dibawa ke Blitar sehari setelah kematiannya dan dimakamkan keesokan harinya bersebelahan dengan makam ibunya. Upacara pemakaman Soekarno dipimpin oleh Panglima ABRI Jenderal M. Panggabean sebagai inspektur upacara. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.

PENDIDIKAN
•    Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
•    Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
•    Hoogere Burger School  (HBS) Mojokerto (1911-1915)
•    Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920)

PENGHARGAAN
•    Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
•    Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005)
Pekerjaan dan Karya di Bidang Arsitektur
•    Ir. Soekarno pada tahun 1926 mendirikan biro insinyur bersama Ir. Anwari, banyak mengerjakan rancang bangun bangunan. Selanjutnya bersama Ir. Rooseno juga merancang dan membangun rumah-rumah dan jenis bangunan lainnya.
•    Ketika dibuang di Bengkulu menyempatkan merancang beberapa rumah dan merenovasi total masjid Jami' di tengah kota.

KATA-KATA BIJAK DAN KATA MUTIARA BUNG KARNO
 “Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

Senin, 13 Mei 2013

cerpen

                                                 PACAR PERTAMA VS CINTA PERTAMA
                                                                  by : andyka martha K

Lulus..!!! Hore Lulus,, !!!

Siang itu dibawah teriknya sang surya tidak dihiraukan oleh ratusan siswa SMP X. “hore, gw lulus,, gw lulus Ma, Pa sujud Syukur kepada ALLAh”!! teriak Rama ditengah kerumunan teman-temannya.

Namun, ditengah kerumunan tersebut Rama pun sadar, dimana Ani, gadis manis yang menjadi primadona sekolah sekaligus sahabat karibnya tersebut... “wah mana anak kodok satu itu, kok gak ada yaa” kata Rama sambil mencari-cari sahabatnya tersebut...

“Ani, Ani, Ani, dimana loe.. woy boy lihat Ani enggak??” tanya Rama kepada salah satu teman laki-lakinya..

“Nggak tau gw, coba loe lihat ke kelass, or ..................kumpulan anak-anak cewek lho??” balas temanya tersebut...

Dengan berlari kecil Rama pun mencoba mencari Ani dikelas,, “hai, manis lihat Ani gk??” tanya Rama kepada teman perempuanya...

“hmm......... kasih tau gak ya!!! Udah si Ma, sini dulu.. gak usah loe cariin istri loe itu kita foto dulu buat kenangan-kenangan kita nanti kalo udah gede,,” kata Ina, teman satu kelas Rama.

“Aduh Ina, please deh gak usah menel kaya gitu,, loe itu bakal jadi siswa SMA lho, bentar lagi so jangan kaya gitu deh.. sekarang kasih tau gw ya!! kemana Ani???” kata Rama.

“Iya, iya pak guru (sambil cemberut). Tapi kita foto dulu ya baru gw kasih tau kemana Ani?? Kata Ina. “yaudah, sini kameranya!!” kata Rama.

Jepreet, Jeprett bunyi kamera...

“udahkan sekarang kemana Ani??” kata Rama. “ ya maksih ya, tampan.. tuh dia lagi dikantin. Tadi gw lihat” kata Ina.

Dengan secepat kilat Rama pun berlari menuju kantin untuk mencari sahabatnya tersebut... sesampainya dikantin Rama pun melihat gadis manis tersebut

“(dalam hati berkata) hadew, ini anak udah siang masih aja cantik, sayang loe sahabat gw kalo gak udah gw pacarin loe”. Kata Rama sambil berjalan mendekati Ani,, bermaksud untuk mengageti Ani, Tapi apalah daya Ani sudah menoleh kebelakang dan memberikan senyum manis kepada Rama. “hayo, mau ngagetin, gw yaa?? Gak akan bisa kale,, bau badan loe itu ya udah kecium tau??” kata Ani dengan manja.

“alah, gak asik akh”

“idih gitu aja ngambek apalah kamu ini?”

“eh,, Nini pelet, kamu dapet nilai berapa,, Luluskan, kok gak ikutan coret-coretan dilapangan sih?” tanya Rama

“bukan gitu, bukan aku gak mau ikut, tapi males ada kamu, nanti kamu jahatin aku, nyoret-nyoret baju ku, kan sayang masih bisa dipake lagi..”

“ya gak lah, akukan baik ma kamu, yaudah pulang bareng yuk, inikan terakhir kalinya kita pulang bareng sebagai anak SMP”

“yuk”.

Akhirnya Rama dan Ani pun pulang bersama-sama karena rumah mereka searah. Sepanjang perjalanan Rama tidak henti-hentinya menjahili Ani. Mulai dari menarik raambut panjang lurusnya Ani, menjahili tasnya, pokoknya semua hal yang bisa Rama lakukan untuk dapat menarik perhatian Ani.

Sesampainya di depan rumah Ani, Rama pun mengutarakan sesuatu kepada Ani.

“Ni, hmm tunggu jangan masuk rumah dulu, aku mau ngmong bentar ma kamu bisakan?”

“Mau ngomong apa Rama, cepet dhe udah cape’ ni.” Dengan muka masamnya Ani menjawab.

“ish jangan ngambek dulu sih, bentar aja lho, gini, sabtu malam keluar yuk temenin gw ke gramed, kita nayri buku tes buat masuk SMA yaa, please” kata Rama dengan nada manja dan memelasnya.

“ish, kamu ini ngerepotin aja kerjaanya yaudah nanti malem aku sms kamu, aku tanya mama dulu boleh apa gak?” kata Ani dengan sedikit tanda tanya diraut wajahnya.

“Hore, jelas boleh lah sama tante kan tante percaya kalo anak gadisnya diajak maen ama cwok baik-baik” kata Rama dengan bahagia.

“yaudah sana pulang, see you, to night okey” jawab Ani.

Akhirnya Rama pun berjalan pulang kerumahnya dengan perasaan senang. Rencana matang yang ia siapkan jauh-jauh hari sudah mendekati nyata.

Senja dihari ini menampakan keangkuhanya. Pesona sunset terlihat indah mempertontonkan kehebatan matahari di ufuk barat, dan perlahan wajah manis bulan pun terlihat dengan sinarnya yang khas menerangi taman rumah tempat Rama sedang melamun menunggu sms dari Ani,.

Bip Bip Bip ... Hape Rama berbunyi, lekas secepat kilat diambilnya hape mengharap sms dari Ani,.

“ hmm ternyata bukan sms dari Ani, males akh gw bales” kata Rama sambil melemparkan hapenya ketumpukan komik-komik yang sudah selesai dibacanya.

“Rama, makan dulu nak?” teriak Mama Rama dari ruang makan.

“Ya, ma ini jalan keruang makan.” Dengan terburu-buru sambil melemparkan komik yang belum selesai dibacanya.

Sesampainya diruang makan telah menunggu Ibu dan Ayah Rama di meja makan guna makan bersama.

“Nak, gimana nilai-nilainya bagus kan?” kata mama

“bagus Ma, kenapa?” sambil makan dengan lahap.

“gini papa dan mama udah punya rencana setelah lulus ini kamu bakal melanjutkan SMA di kota sebelah biar kamu bisa hidup mandiri dan mengasah kemampuan otakmu.”

“tapi Ma, Rama pengen sekolah disini aja” balas Rama dengan memelas.

“gak nak, kalao kamu sekolah disini aja kamu gak bakal berkembang, percaya dhe dengan mama sama papa, udah besok minggu mama anterin kamu ketempat tinggal mu yang baru, disana ada pak giman yang siap bantu-bantu keperluan kamu selama SMA.” Kata mama.

“yaudah dhe terserah mama aja” kata Rama sambil berlalu meninggalkan kedua orang tuanya, Rama melangkah meuju teras depan bermaksud melanjutkan membaca komiknya.

Belum sampai teras rumahnya hape Rama pun berbunyi, cepat ia berlari menuju hapenya berharap itu sms dari Ani, dan ternyata benar itu sms dari Ani ...

“Ass. Met malem Rama jelek hehe ^_^v ...

Udh makan belum, soal yang kamu blg itu insya ALLAh bisa, tpi inget plgny sblm isya iia,, oke Q tunggu dirumah iia, Wass.. J “

dengan sigap Rama pun membalas sms dari Ani.

“Okey dhe Tante, beres i don’t be late kog J”

Dengan hati berbunga-bunga mengharapakan rencananya berjalan dengan lancar.

Hari yang ditunggupun telah datang, tinggal memanti senja berganti malam. Sambil menanti malam Rama pun bersiap-siap mulai dari mandi, memilih baju yang tepat hingga berdandan stay cool.

Waktu yang dijanjikan pun sudah datang, tidak lupa berpamitan dengan kedua orang tuanya. Ramapun berangkat, sesampainya di rumah Ani, Rama pun tidak lupa berpamitan dengan kedua orang tua Ani bermaksud mengajak Ani ke toko buku.

di toko buku ...

“Ni, udah dapet bukunya belum?” tanya Rama.

“udah kog, kamu gimana??”

“udah kog, ia udah pulang yuk tapi mampir kafe dulu ya inikan malam terakhir kita sebagai anak SMP”

“ikut aja dhe”  jawab Ani simple sambil tersenyum mengikuti langkah Rama berjalan menuju kafe langganaan mereka.

“mau pesen apa dek” kata pelayan kafe kepada mereka berdua sesampainya di kafe.

“hmm, Aku pesen es jeruk ama roti coklat,kalo kamu Rama?” Jawab ani

“hmm es Capucino aj dhe” kata Rama kepada pelayan

“okey dtunggu ya dek”

“ia, makasi iia mas” balas mereka berdua.

Selanjutnya kedua remaja ini asik mengobrol tentang masa-masa SMP dulu, kenangan-kenangan waktu 3 tahun di SMP bersama, gimana masa-masa ospek, hingga mereka bisa akrab seperti sekarang.

“hmm, Ni aku mau ngmong??” dengan malu-malu Rama bertanya.

“ngmong tinggal ngmong lho Ma, kaya apa aja kenapa sih?” dengan ekspresi datar Ani menjawab.

“hmm tapi kamu jangan marah ya” pinta Rama

“ia gak marah orang kamu gak nyubit aku kog?” Ani menjawab.

“hmm, gini Aku bakal pindah dari kota ini, aku bakal SMA dikota lain? Dengan sedih Rama bercerita.

“oh, selamat dhe Rama, semoga bisa dapet banyak temen ya disana, n inget jangan lupain aku okey,” dengan mukasedih Ani menjawab pertanyaan Rama.

“Tapi Ni, aku thu ... “

Belum selesai bicara Ani sudah memtong pembicaranan Rama,

“aku apa haa.. udah nurut aja apa kata mamamu, thu kan demi kebaikan mu juga sih Ma, lagian klo terus-terusan dikota ini kita gak bisa berkembang bukan, n aku juga mau ngomong 1 hal ke kamu, sebenarnya aku juga gak bakal melanjutkan SMA di kota ini aku bakal pindah ke Jawa Ma.”

“hah ke Jawa, kamu bakal ke Jawa Ni” kata Rama dengan sedih

“ia Ma, aku bakal ke jawa sekolah disana kedua orang tua ku minta aku tinggal ma kakek sekalian mengurus kakek n mempererat tali silaturahmi dengan saudara yang ada dijawa.” Dengan berkaca-kaca Ani bercerita kepada Rama.

“hmm jadi ini pertemuan kita terakhir Ni??” kata Rama.

“ia, Ma sebenarnya waktu disekolah aku pengen ngmong sama kamu, tapi kamu terlalu bergembira dengan kelulusan kita makanya aku urungkan niatku”.

“hmm,, ia dhe aku juga pesen ma kamu jangan lupain aku ya, jangan hilang komunikasi aku nggak mau keilangan temen kaya kamu Ni.” Kata Rama.

“ia, tenang aja, tapi besok kamu ikut nganterin aku kan Ma, please” rengek Ani.

“Ia, tenang aja ,, yaudah pulang yuk, nggak enak Ma ibu kamu ni kan udah malem, n aku juga janjinya dibawah jam 9 harus sampe rumah.”

“oke, yuk”

Disepanjang perjalanan mereka hanya diam memendam semua perasaan yang mereka rasakan. perasaan untuk meminta tetap bertahan didekatnya, namun mereka belum berani untuk mengungkapnya.

“udah nyampek, ni Ni. Maaf gak bisa mampir, aku mau nton bola di tv, biasa klubku maen” kata Rama sambil tertawa kecil.

“ia jangan lupa tidur okey” kata Ani.

“okey selamat tidur nini cerewet” sambil berlari kecil meninggalkan Ani sendiri.

Keesokan harinya ketika Ani menunggu menit-menit keberangkatannya, Rama belum juga tiba dirumah Ani.

Dalam hati “dimana, Rama ini apa semalem nggak tidur ya dia”

Dengan cepat Ani mengambil handphonenya dan menghubungi Rama hingga 3 kali namun tidak diangkat juga oleh Rama.

Ani pun mengirim sms ke rama.

“where are you?? Aku akan brangkat, dimana janjimu semalam, L ???”

10 menit kemudian Ramapun terbangun dari tidurnya dilihatnya jam dinding yang sudah menujukan pukul 9 pagi, ya ampun gw telat, tanpa mandi dan juga cuci muka ramapun segera berlari cepat dari kamarny menuju ke rumah Ani, tak lupa handphone dan jaket kesayang pemebrian Ani dipakainya...

“ya Tuhan semoga nggak terlambat” dalam batin Rama sambil mengayuh sepedanya dengan kencang.

Sesampainya didepan rumah ani, rumahnya pun terlihat kosong dipanggilnya yang empunya rumah.

“Ani.. Ani” teriak Rama

“maaf den Rama, non Ani sudah berangkat barusan aja mungkin baru 5 menit yang lalu” kata pembantu keluarga Ani.

“apa bi, udah berangkat” dengan perasaan kecewa Rama menjawab.

“ia den, oh ia bentar den ada surat dari non Ani, katanya buat den Rama” sambil menyerahkan sepucuk surat beramplop pink kepada rama, kata bibi pembantu.

“makasi ia bi, pamit pulang, assalamualiakum” sambil berlalu tertunduk lesu Rama melangkah pulang.

Sesampainya di rumah dilihatnya handphone yang tidak dia pedulikan dari tadi..

5 misscall dari Ani, dan 10 pesan masuk semuanya dari Ani yang bertujuan mengingatkan Rama untuk dapat datang melepas kepergianya.

Lau dengan perasaan sedih dibacanya surat  dari ani tersebut,

Dear Rama,

Rama, tahu kah kamu...

kita ibarat 2 tetes air yang bertemu ditengah laut kehidupan...

kadang hujan nyaris memisahkan kita TAPI pada suatu rasa kita berpegang, NAMUN kini angin yang lembut telah memisahkan kita...

Ku berikan sesuatu untukmu agar kau bisa merasakan bagaimana aku menjagamu sampai nanti kita bertemu lagi sebagai dua sayap merpati yang terbang bebas diangkasa .... J

Don’t be sad Rama.

Buka kah hadiah kecil itu tepat ketika engkau berumur 17 tahun hadiah kecil dari ku terkubur dipojok SMP tempat favorit kita berdua.

I belive you ...

Dengan segala Rasa yang pernah ada dihati

Ani, S

Dengan hati penuh dengan kesedihan, kekecewan dan harapan yang penuh dengan tanda tanya bernaung dihati Rama.

“Apa yang ingin Ani katakan, kenapa harus sampai umur 17 tahun kenapa?”

Lalu coba dihubungi nomor Ani namun sudah tidak aktif lagi,

Kini stelah 2 tahun berlalu semenjak perisiwa itu, Rama pun masih memendam rasa sayangnya kepada Ani. Padahal di SMA, Rama bukan cowok yang sembarangan, otaknya masih tetap encer, olahraga masih jago, dan terlihat cool dimata teman-teman SMA nya namun tidak ada 1 pun dari perempuan itu yang dapat membuat Rama jatuh cinta.

“euy sob, dapet salam thu dari Via.” Kata Rendi teman sekelas Rama

“Via yang mana, kemren loe bilang ike, sekarang Via banyak aj fansnya Rama nh” timpal Dika.

“udah kamu orang aja yang ngurusin gw mau fokus ke pertandingan futsal besok” kata Rama dengan datar sambil berlalu meninggalkan teman-temanya.

“ia sudah buat kami ya Rama” teriak mereka berdua.

“kak Rama, teriak adik kelas Rama”

Rama hanya membalas dengan senyum manis sambil berlalu tanpa mempedulikannya.

“ish kakak ini senyum aja lho, bete saya ama kakak” teriak adik kelasnya

Rama pun tidak mempedulikanya hanya fokus pada komik Kaito Kid yang sedang ia baca.

Tanpa terasa waktupun sudah mendekati ujian akhir semester...

Pada saat jam pelajaran seorang guru bertanya kepada siswa kelas XI ipa 1 tempat Rama belajar,.

“anak-anak, bisa minta perhatianya sebentar, ada yang bapak ingin beritahukan kepada kalian” kata Guru dikelas Rama.

“ada apa Pak??” jawab murid dikelas

“begini, pada libur semester besok kelass XI dan kelas X akan mengikuti study tour ke Jawa Tengah dan ke Yogyakarta. Bagi yang berminat silaahkan daftar ke ketua kelas dan kepada ketua kelas serahkan ke saya.” Kata guru mengakhiri pelajaran hari ini.

Waktu yang dinanti telah tiba, libur semesterpun datang. Seperti semester sebelumnya Rama pun mendapatkan juara umum disekolahnya dan semua anak kelas X dan XI bersiap-siap mengikuti study tour. Selama study tour berlangsung Rama cukup menikmati perjalananya mulai dari mengunjungi candi Borobudur, Prambanan dan tempat-tempat objek wisata di sekitaran daerah Yogyakarta.

Ketika berada di Keraton Yogyakarta ini lah tanpa sengaja Rama bertemu dengan seorang adik kelasnya yang tidak ia kenali sama sekali. Dan dengan cueknya Rama pun hanya melaluinya saja,.

“kak Rama, tunggu sih ... gak tau apa-apa lho aku ini disini” kata adik kelasnya

“ia udah ayo sini kalo hilang kan repot juga nanti” kata Rama.

Dan mulai dari saat itu mereka berduapun cukup akrab melalui study tour berdua. beberapa hari setelah dari Keraton sebelum pulang dari study tour, Rama masih belum tahu nama adik kelasnya ini, karena adik kelasnya ini juga tidak mau memperkenalkan namanya. Hingga tiba waktunya Rama pun memberanikan diri untuk berkenalan.

Malamnya sebelum pulang ke sekolahan Rama pun memberanikan dirinya untuk berkenalan..

“hmm, malam adek lagi apa” kata rama sambil menyapa adik kelassnya

“malam kak, lihatnya kakak lagi apa?” balas sang adik

“lagi lihatin wajah manis saya dek” kata Rama sambil nyengir

“hahaha, narsis aja kakak ini, gak kok lagi mau keluar kedepan hotel beli jajan khas sini, kakak mau gak nemenin adek?” pinta sang adik kelassnya

“hmm, gak mau akah,,, kakakkan gak tau nama adek, kalo adek mau ngenalin nama adek, kakak mau nemenin adek” kata Rama dengan nada meminta.

“hhmm gimana ya, adek mau ngenalin nama adek, kalo kakak mau nemenin adek, kalo gak ya udah rahasia ya kak?? Dengan nada menantang

“ia dhe deal yaa, setelah kakak temenin ini adk mau kenalin nama adek?” Kata Rama

“sipb setuju kakak, yuk keburu malam” sambil mendorong Rama untuk berjalan didepan.

Malam itu sambil asyik menemani adik kelasnya, Rama pun merasakan ada yang berbeda dengan wanita ini. Hatinya menginginkan wanita ini untuk selalu disampingnya, Rasa nyaman yang Rama rasakan kini menjadi rasa ingin memiliki..

Sepulangnya dari jalan-jalan berdua itu, Rama pun menangih janji kepada sang adik kelasnya.

“mana janjinya adek”

“hmm, janji apa kakak”

“janji mau ngasih tahu namanya?

“yaudah kenalkan nama saya Anggun Eka Kumalasari. kakak bisa panggil Anggun, Eka atau Mala tapi jangan sari”.

“ouw Anggun tho namanya, yaudah kenalkan nama kakak Rama satria Wijaya, panggil aja kak Rama” dengan gaya sok coolnya rama berjabat tangan dengan anggun.

“udah tahu lagi kak, yaudah adek mau istrhat ya kak, see you” jawab Anggun dengan manis.

Malam itu, Rama merasakan jatuh cinta Kepada Anggun gadis manis yang bisa buat dia jatuh cinta sama seperti jatuh cinta kepada Ani.

Waktupun berjalan dengan cepatnya, Rama dan Anggun kini terlihat tidak canggung untuk sering berkomunkasi dengan Anggun. Mulai dari pedekate, maen, dll. Hingga tidak terasa hampir sebulan lebih dari waktu berkenalan itu,

Pada suatu siang Rama pun memberanikan diri mengajak anggun untuk keluar main duduk-duduk di coffe break, sambil menikmati siang yang terik. Malam sebelumnya Rama sudah sms Anggun untuk mengajaknya main dan Anggun pun menyetujuinya.

Siang hari yang ditunggupun tiba. Ramapun sms ke Anggun..

“siang adek,, kakak berangkat ke rumah adek” sms Rama ke Anggun

“yuph kak, ati2 dijalan” balas Anggun

Dengan mengendari Kawasaki Ninja kesayanganya Rama pun mendatangi Anggun. sesampainya didepan rumah Ramapun mengetuk pintu dan Anggun sudah siap pergi dengan gaya gadis remaja pada umumnya.

“pamitan sama Mama adek sana kak, gak enak lho” pinta Anggun.

“ia” jawab Rama

“ass. Tante permisi mau ngajak anggun pergi maen dulu ya tante ke kafe deket toko buku” pinta Rama kepada mama Anggun

“iya, ati-ati ya jangan sore-sore pulangnya” jawab Mama Anggun.

“Pergi dulu ya Ma” kata Anggun kepada ibunya sambil mencium tangan ibunya.

Rama pun menstater motor kesayangnya menunggu Anggun naik kemotornya.

“siap adek” tanya Rama.

“oke kak, jangan kebut-kebut, bawa cwek soalnya” pinta Anggun

Siang itu Rama pun mengajak Anggun menikmati makan siang dengan bakso cinta dan segelas es capucino kesukaan Rama. Setelah itu mereka pun jalan-jalan menikmati siang yang cerah dikota mereka hingga hari menjelang sore. Ramapun akhirnya memberanikan bertanya kepada Anggun..

“adek kakak boleh tanya?”

“apa kak?”

“tapi janji ga’ marah ya?”

“ya kalo kakak mau ninggalin adek sekarang ya adek bakal marah, ini udah sore kak.. buruan kenapa, kalo mau tanya” dengan nada jengkel Anggun menjawab.

“hmm gini” sambil memberikan sekotak cokelat berbentuk hati kepada Anggun.

“ini apa kak, maksudnya, jelasin” anggun keheranan.

“I love you, Anggun.. mau kan adek jadi seorang yang istimewa dihati kakak, yang selalu menemani dikala sedih, senang, marah dan menyemangti dikala terpuruk” pinta Rama sambil berlutut didepan Anggun.

“apa ga’ salah kak, kakak Cuma becandakan, seorang kak Rama yang jadi pujaan bnyak cwek disekolah suka sama adek.” Dengan muka merah padam karena malu Anggun bertanya.

“ga adek, ini beneran ini bukan mimpi, ini dunia nyata kalo kakak suka m adek, jadi maukah adek menerima kakak” sambil menngegam tangan Anggun Rama memnita dengan lembut.

“adek ga tau harus jawab apa kak” jawab Anggun dengan ekseepri bingung antara ingin jawab ya dan mencari sejuta alasan untuk menoalknya, namun tidak ada 1 alasan pun yang bisa menolaknya untuk menerima Rama singgah dihatinya.

“dek,, jadi gimana” melihat Anggun yang kebingungan Ramapun coba menayakan sekali lagi.

“Bismillah semoga ini jawaban yang akan membuat kita berdua bahagia mulai dari sekarang, esok dan nanti, adek terima kakak dengan 1 yang adek pinta jangan pernah kecewakan adek dalam semua hal dan adek gak suka kalo kakak masih suka tebar pesona ke cwek lain” kata Anggun dengan tegas.

Rama pun terdiam apakah dia sanggup dengan semua persyaratan yang Anggun ajukan. Namun memang betul cinta itu buta, dengan tidak memikirkan semua alasan Rama menyanggupinya.

“ya adek, dengan ini Rama akan mencintai Anggun dengan semua hal yang ada pada Anggun. I love u so, much” jawab Rama dengan tegas.

“i love you, too, kak” dengan lembut Anggun menjawab.

Mulai dari hari itu hati mereka pun menjadi satu.  Hari berganti, minggu, bulan, semua hal yang ada mampu mereka hadapi dengan cukup baik, karena mereka berdua percaya kalau cinta pasanganya, kasih sayangnya hanya untuk pasangan mereka, tidak untuk orang lain...

Hingga Rama pun sudah mendekati kelulusan hubungan mereka masih baik-baik saja semua masalah mampu mereka hadapi dengan baik. Hingga hari kelulusan pun tiba, Rama merayakan kelulusanya dari SMA dengan suka cita dengan gembira dengan penuh perasaan bebas dari ikatan peraturan SMA. Namun disudut bangku depan sekloah ada Anggun yang senatisa menunggunya dengan sedih karena tidak ada laki-laki yang menemaninya lagi. Tidak akan ada lagi yang menghiburnya dan mengajaknya shlat dhuha kemasjid.

Tiba-tiba ada yang menutup mata Anggun mengagetkanya dalam lamunan sedihnya.

“ini siapa, ga usah iseng gini, lepasin ga” bentak Anggun.

“huh ia ia” sambil melepaskan tanganya Ramapun tersenyum manis, senyum yang selalu membuat Anggun jatuh cinta.

“kakak ini lho, adek ini sedih masih aja kakak gangguin lho” sambil bermuka sedih.

“sedih kenapa adek” tanya Rama.

“ya kakak bakal tinggalin adek, kakak bakal kuliah dan adek juga ga’ bisa lagi lihat senyum manis kakak ini” dengan manjanya Anggun menjawab.

“ini lah yang ga’ bisa buat kakak lupain adek, love you honey” dengan nada romantis Rama menjawab.

“love you, too honey” balas Anggun.

“yuk pulang” sambil menggandeng tangan Anggun, Rama mengajaknya.

Waktu berlalu Rama kini mulai fokus dengan belajar soal-soal SNMPTN karena ia tidak ingin mengecewakan orang-orang yang dia sayangi. Seperti orang tuanya, pacarnya saudarnya dan teman-temanya. Hingga suatu ketika ketka Rama asik bemain facebook ada seorang wanita yang telah lama ia kenal menambahkan dirinya sebagai temannya.

Ketika membaca namanya, sontak Rama kaget dan semua perasanya kerinduanya tertuju pada Ani, tanapa pikir panjang Rama langsung mengkonfirmasi perteman tersebut. Dan langsung menulis didinding profil Ani.

“kemana saja kamu, kenapa kamu tidak ada kabar kirim no. Hape mu ke inbox ku” Rama menulisnya.

Sehari, dua hari Rama selalu rajin mengecek facebooknya berharap dia mendapatkan kabar dari cinta pertamanya, yaitu Ani. Hingga hari ketujuh pun datang dan Rama pun mulai kehilangan harapan. Dia berfikir bahwa kesalahnya dulu belum dimaafkan oleh Ani, dan Rama pun sadar kalau dia masih mempunyai Anggun, orang yang sayang kepadanya.

Waktupun berlalu dan sebentar lagi Ramapun berulang tahun yang ke-17, Anggunpun sudah mengatur kejutanan kecil untuk Rama. Namun, sehari sebelum ulang tahun nya Ramapun meminta izin kepada Anggun kekasihnya.

“adekku sayang,, hmmm kakak mau ngmong nih” ketika Rama mengaja Anggun jalan-jalan sore.

“apa sih kak, ngmong tinggal ngomng lho kaya ama siapa aja, adek inikan pacar kakak kalo ada masalah ya adek ini lah tempatnya cerita” jawab Anggun.

“hmm gini nanti malam kakak mau pulang ke rumah dek” dengan sedih Rama bercerita.

“ouw alah mau pulang, pulang tinggal pulang lho kak, kakak kangenkan ma keluarga kakak salam ya buat mereka, dan sekarang ayo kekosan adek, anterin adek pulang takutnya kakak ketinggalan kereta lho nanti” sambil menyembunyikan kesedihanya Anggun menjwab.

“tapikan dek” balas Rama.

“udah ayo pulang kak” pinta Anggun.

“ia ayo” jawab Rama

Dalam perjalanan pulang mereka berdua saling diam membisu. Rama tidak tahu kalau Anggun sedang menangis kecil sedih ditinggalkan kekasihnya. Hati kacil Anggun tidak ikhlas melepas kekasihnya pergi. Namun fikiranya harus merelakanya untuk bertemu dengan orang tua kekasihnya, karena ia berfikir kalau ada hal yang ingin kedua orang tua kekasihnya bicarakan.

Sesamapinya didepan kosan Anggun.

“tunggu didepan aja ya kak, ngga usah masuk” sambil berlari kecil Anggun berkata.

“tapi” Rama belum selesai berbicara namun Anggun sudah berlari dulu kekamarnya.

Sejurus kemudian Anggun sudah datang mengahampiri Rama yang termenung melamun didepan pagar kosan Anggun.

“sayaang” kata Anggun

Rama hanya tersenyum saja melihat kekasihnya sudah kembali seperti biasa.

“kok Cuma senyum cih,, ga asik udah mau ditinggalin gini Cuma senyum aja huh apalah” kata Anggun dengan nada manjanya.

“binggung mau ngmng apa dek” kata Rama dengan simple.

“ya udah dhe pulang sana ketinggalan kereta ga bisa dapet duit jajan kapok” kata Anggun dengan gaya mengusir.

“ya deh, tapi hmm ....” dengan muka manja Rama meminta

“tutup mata dulu tapi sekarang” jawab Anggun,

“ia” jawab Rama dengan singkat.

Muuuuaaaachhh satu buah ciuman dikening Rama.

“ini sebagai salam kangen adek ke kakak dan ini nanti dibukanya kalo sudah sampe rumah ya kak’ sambil menyerahkan kado kecil berpita pink buat Rama

“yaudah kakak pulang ya, assalamualaikum cinta” kata Rama sambil menstarter motor kesayangnya menuju kekosanya untuk segera ke stasiun.

“walaikumsalam”jawab Anggun.

Dalam hati Rama benar-benar tidak tega meninggalkan kekasihnya. Namun dalam hati kecilnya ia masih ingat surat terakhir dari Ani, yang memintanya untuk mengambil sebuah barang tepat ditempat favorit mereka berdua sewaktu SMP.

Di hari kelahiran Rama yang ketujuh belas.

Esok paginya Rama sudah tiba dirumah dengan keadaan badan lelah dan lupa memberi kabar ke Anggun. Sesampainya dirumah Rama langsung mandi dan sarapan kemudian hendak berangkat ke Sekolah SMP nya dahulu. Namun dicegah ibunya ketika hendak meninggalkan rumah lagi.

“ini anak mama, baru aja nyampe rumah udah mau kemana, kok udah ganteng kaya gini” tanya mama keheranan.

“mau ke SMP ma” jawab Rama singkat.

“ngapain tho mas, kan masih rame disekolahan, kalo mau maen itu ya nanti siang lho kalo udah sepi sekolahnya, kalo sekrang apa ga ganggu KBM ya” jawab mama sambil memberi pengertian dan perhatian.

“hmm tapi ma” rengek Rama

“udah sekarang istirahat dulu ya mas, mama masakin sambel ati kesukaan kamu thu lho baru nanti setelah shlat zhuhur Rama boleh kesekolah” sambil membujuk Rama mama menjawab.

“ ya deh Rama mau tiduran dikamar nanti kalo udah mateng bilang ya ma”. Jawab Rama sambil berjalan menuju kamarnya.

Kemudian mamapun sibuk memasak, makanan kesukan Rama dan Rama beristirahat dikamarnya dan dia lupa kalau dia belum memberi kabar ke Anggun. Cepat-cepat dia mencari HPnya dan sms ke Anggun. Ketika sedang asik smsan dengan Anggun, Rama pun teringat tentang kado yang diberikan Angggun, kemudian dibukanya kado itu. Kado manies berpita pink dengan isi sebuah cardigan biru. Lalu dibacanya surat  kecil di kado tersebut,

Dear honey,

Happy Birthdat to my love...

Dihari ini semoga apa yang chayank inginkan bisa tercapai. Moga cita-cita chayank bisa terwujud dan mendapatkan hasil yyang memuaskan.. Amien J

Oh ya chayank juga harus bersifat lebih dewasa lagi n bisa ngertiin perasaan orang lain. Jangan kayak anak kecil lagi yaa ... !!!

Chayank, adek harap chayank gak seperti kemarin-kemarin chayank harus lebih sayang, cinta n ngertiin adek gak boleh egois lagi okey ... !!! J

Dan pinta adek semoga adek memiliki arti dalam hidup kakak...

Happy Birthday My Love,,

Semoga panjang umur...

With love ...

Anggun

 Rama hanya bisa tersenyum kecil merindukan gadis kecilnya, kekasih yang selalu ada dalam segala saat. Dalam lelahnya perjalanan semalam akhirnya Ramapun tertidur karena badan yang sudah harus diistrahatkan. Dalam tidurnya Rama bermimpi melihat sesosok bidadari mengenakan jilbab tersenyum manis kepadanya, tapi ketika hendak didatangi sang wanita tersebut,,,

“Rama, Rama, sayurnya udah mateng thu bangun nak, bentar lagi zhuhur katanya mau pergi,, bangun nak” mama Ramam membangunkan Rama.

Dan sontak Ramapun terbangun dan mimpinya pun terputus dia tidak tahu siapa wanita yang tiba-tiba hadir dalam mimpinya tersebut.

“ya ma,, Rama mandi dulu sekalian siap-siap mau maen” kata Rama.

Setelah selesai mandi dan makan Ramapun meminta izin kepada ibunya untuk ke SMP. Mengambil sesuatu yang terpendam selama 3 tahun di tempat favorit Rama dulu menikmati masa-masa SMPnya..

Setelah sampai disekolah ternyata sekolah sudah bubar dan Ramapun meminta izin kepada penjaga sekolah untuk sekedar jalan-jalan mengenang masa-masa di SMP dulu dan mengambil sesuatu yang masih membuatnya penasaran...

Digalinya tanah tempat Rama berdiri sekaarang kurang lebih 50 cm menggali akhirnya Rama menemukan sebuah kotak kecil berbentuk hati...

Dibukanya kotak itu dan dia dalam sehari ini menemukan sepucuk surat lagi terbungkus plastik dan dibacanya surat itu ...

Untuk mu yang telah menyentuh hidup ku

Pada mu yang membuat aku tersenyum ketika aku sedih

Padamu yang jika aku sakiti tidak sakit hatinya dan membalass dendam

Padamu yang jika terlukai tetap tersenyum dan tertawa pada ku.

Padamu yang aku kecewakan tetap bersikap baik pda ku

Padamu yang membuat aku dapat melihat sissi baik dari segala hal dalam diri ku ketika aku jatuh

Padamu yang aku cintai dan mencintaiku.

Dan terimaksih karena kamu ada dikehidupanku ....

Sepucuk surat yang membuat semua rasa yang dulu Rama pendam tanpa disadari muncul begitu saja sontak dia merindukan Ani,,

Dan tanpa Rama duga...

“happy birthday, Rama” surat lembut Ani menyapa dipertemuaan yang Ani sudah rencanakan jauh hari..

Ramapun hanya bisa bengong, melamun dilihatnya wanita semampai mengenakan gamis cantik nan memesona..

“kamu Ani atau bidadari sih?” tanya Rama dengan heran.

“bidaddari? ya Ani lha Rama, siapa lagi cih yang tau tempat paling favorit waktu di SMP kalo bukan gw” dengan senyum manisnya Ani menjawab.

“kalo kamu Ani coba tampar pipiku, apa masih sama kaya dulu ketika kalo kamu marah ama aku’ tanya Rama dengan nada becanda.

Tanpa ada angin tanpa diduga duga tiba tiba sebuah ciuman manies hinggap dipipikiri Rama,,

“apa ini Ani?” jawab Rama heran

“aku ga’ mau kehilangan kamu lagi Rama, aku sayang m kamu, kamu sayang kan ma aku? jawab jujur sekrang Ma?” Tanya Ani.

Bagai disambar petir Rama bingung ketika Ani mengajukan pertanyaan ini. Hati kecil Rama bingung satu sisi ia memang benar-benar sayang kepada Ani cinta pertama nya yang benar-benar ia sayangi dan ia tunggu sejak dari SMP dulu. Namun hatinya yang lain menolak karena ada Anggun yang selalu sayang kepadanya.

“apa aku harus jawab disini, Ni, sekarang saat ini” tanya Rama.

“itu semua terserah pada mu, dulu aku sudah kehilangan mu selama 3 tahun lebih, dan selama 3 tahun ini hanya kamu yang bener-bener aku sayang” jawab Ani penuh dengan pengharapan.

“baiklah ni, Bissmilah maukah menjadi peri cantik ku, seorang yang selalu dan selalu menjadi  embun dipagi hariku, matahari yang menguatkan ku, dan bintang yang menerangi mimpi2 indahku” sambil berlutut dan mengegam tangan manies ani rama, meminta Ani menjadi kekasihnya,

“tanpa harus aku menjawabnya, kamu tahu Rama hanya kamu yang aku cinta, dan aku akan menjadi embun dipagi mu, mentari disetiap hari mu dan bintang yang selalu menjaga malam-malam mu” jawab Ani tegas sambil memeluk Rama.

Hari ini merupakan hari terindah dalam hidup Rama. Ia merasakan jatuh cinta lagi. Hari pun sudah beranjak sore kedua anak manusia yang terpisah berapa tahun ini pun menjadi satu dan tak mau dipisahkan lagi,,

Keesokan harinya Rama dan Ani menikmati jalinan-jalinan asmara mereka mengenang masa lalu dimana tempat-tempat favorit yang dulu selalu mereka berdua lalui.Sedaang asiknya makan siang Ani pun menanyakan ke Rama.

“Cinta, besok mau kuliah dimana kamu?” tanya Ani.

“Ga, tau ni Sayang, sepertinya kalo ga’ di sini bakal ke Jawa deh, kenapa?” jawab Rama.

“Ga apa, Cuma?” sambil tertunduk lesu Ani berkata.

“Cuma apa, walaupun nanti kita LDR, asal saling percaya dan selalu terbuka dalam setiap masalah passti bisa dilalui bersama bukan” jawab Rama sambil memberi ketegasan dan kepercayaan.

“ya deh aku percaya kamu, aku percaya kalo kamu itu cinta pertama dan terakhirku, dan aku maunya kamu aja, ga mau ada yang lain.” Dengan nada merayu Ani menjawab.

“hahaha, bisa gombal juga tho kamu sayang, ouw ya besok aku mesti balik ke SMA ada yang mau aku urusin and kamu juga katany mau balik ke SMA mu bukan,, ya aku Cuma bisa berdoa setidaknya kita nanti bisa satu universitas aja,” kata Rama. Tanpa mencoba memberi harapan ke Ani.

“ya makanya semalem aku ngajak kamu maen buat hari ini” jawab Ani.

“pulang yuk, kita kan mesti prepare thu barang bawaan masing-masing. Aku Cuma bisa bilang ke kamu setidaknya percaya ke aku karena apa yang aku lakukan itu yang terbaik untuk mu” kata Rama, coba untuk memberikan kepercayaan kepada Ani.

“ia sayang aku percaya kok, yuk pulang yuk” jawab Ani.

Seperti malam-malam sebelumnya, Ramapun tidak lupa memberi kabar ke Anggun tentang apa yang dilakukanya hari ini. Namun dia menutup-nutupi kejadianya dengan Ani. Sedang dengan Ani, malam ini Rama asik berkencan melalui telepon...

Keesokan harinya, Ramapun tidak lupa berpamitan kepada kedua orang tuanya bila ingin melanjutkan ke salah satu universita terkemuka dipulau jawa dengan mengambil jurusan tekhnik elektro dan matematika. Orang tua Ramapun hanya bisa memberi doa restu saja.

Hari ini Rama berangkat kembali ke SMAnya menemui Anggun yang sudah satu minggu ia tinggalkan, dan mengurusi SNMPTN nya. Sesampainya di kos-kosan Ramapun langsung memberi kabar ke kedua orang tuanya dan Ani kalau dia sudah tiba dengan selamat. Lalu setelah itu Ramapun istirahat dan hendak memberi kejutan kepada Anggun.

Sore harinya Ramapun tanpa memberi kabar ke Anggun kalau ia hendak kekosan Anggun, tapi sesampainya disana apa yang dilihat tidak lah sesuai dengan ke ingginan Rama. Ramapun melihat kalau Anggun sedang duduk dengan seorang pria, tanpa pikir panjang lagi Ramapun menghampiri Anggun.

“ouw jadi kaya gini, kelakukan mu baru aku tinggal satu minggu aja kamu udah berani macem-macem, gimana kalo aku tinggal kuliah nanti” dengan nada marah Rama menghampiri Anggun.

Sontak Anggunpun kaget. Apa yang dilihat Rama tidak sesuai dengan yang dipikirkan Rama.

“kak, biar adek kasih penjelasan dulu ke kakak, dan kakak juga ga usah marah gitu ke adek, kakak itu udah gede harusnya bisa ngajarin adek sopan santun, bukan kaya gini kak” jawab Anggun coba mendingginkan suasana.

“akh persetan, buktinya udah kelihatan kalo kamu lagi berdua-duaan dengan cwok ini.” Jawab Rama sambil pergi meninggalkan Anggun.

Sore ini hati Rama dan Anggunpun sama-sama sakit. Rama sakit karena melihat Anggun berdua dengan pria lain dan Anggun pun sakit karena Rama tidak mau mendengarkan penjelasnya sama sekali.

Sejak kejadian itu Rama pun jarang menemui Anggun, dia tidak bisa seperti dulu. Mungkin hanya seminggu sekali jika dia benar-benar kangen pada Anggun. Walaupun Anggun sudah bercerita dan sudah meminta maaf namun Ramapun belum benar-benar bisa memaafkan kesalahan Anggun.

Hari berganti, minggupun berganti kini Rama sudah menjadi Mahasiswa di Universitas yang dia cita-citakan sejak dulu. Tapi tidak menjadi mahassiswa teknik atau matematika, Rama diterima sebagai mahsiswa Ekonomi.

Hari-hari sebagai mahasiswapun diisinya dengan banyak kegiatan, mulai dari koperasi mahasiswa,  hingga kegiatan kemahasiswaaan. Dengan Anggun maupun Ani, Rama masih bisa cukup adil, dia masih pintar membagi waktunya.

Namun Rama dan Ani tidak kuliah di satu Universitas. Ani diterima sebagai mahasiswi kedoketran. Dia mendapatkan beasiswa kuliah di universitas terkemuka di Indonesia. Anggunpun fokus menjadi anak kelas XII SMA yang siap-siap menghadapi ujian nasional. Hingga pada suatu hari ketika sedang asik duduk di bangku dekat mushola bersama teman kampusnya. Rama melihat sesosok bidadari, dia cantik, terlihat sholeha, wajah bersih, putih bersinar. Namun dalam hati Ramapun sadar, dia sudah mempunyai dua orang bidadari yang cantik yang setia menunggunya, dan Ramapun kebingungan juga untuk memilih antara Anggun atau Ani.

Tanpa di duga bidadari cantik itu pun menghampirinya, namun bukan Rama yang disapa melainkan teman satu kelasnya.

“assalamualaikum, pak kamu kuliah ngambil apa cih” tanya gadis mnis itu kepada temannya.

“ambil ekonomi, ouw ia kenalin temen ku” kata teman Rama kepada gadis manis itu.

Lalu ramapun berkenalan dengan gadis itu

“Rama, mbak” kata Rama.

“Rican” jawab Rican simple.

“udah dulu ya pak, Rama saya mau pulang udah sore” Rican mengakhiri pembicaranya hari ini.

Dalam hati Rama berfikir anak ini cantik, manis, dan sholeha juga sayang saya sudah punya Anggun, ya sudah lah dijadikan teman kan tidak salah.

Namun sepanjang perjalanan waktu seiring dengan sering bertemu Rama dengan Rican. Walaupun hanya saling bertegur senyum benih-benih cintapun mulai tumbuh dengan sendirinya diantara mereka berdua.

Rama sadar, Ricanpun juga sadar kalau apa yang mereka rasakan ini salah. Apa yang mereka inginkan tidak sepantasnya untuk dilanjutkan, karena Rama sudah memiliki seorang kekasih dan seorang pacar, dan Ricanpun memiliki kekasih.

Namun karena cinta itu buta dan cinta yang mereka rasakan adalah cinta yang ingin memiliki. Akhirnya sepulang kuliah Ramapun memberanikan mengungkapkan apa yang dia sembunyikan ke Rican.

“asssalamualaikum, Rican” kata Rama

‘waallaikumsalam, ada apa Ya Rama.” Balas Rican.

“ga apa Cuma mau maen aja kok, silaturahmi dan ada yang sedikit ingin dibicarakan.”

“ada apa ya Rama kalo bisa lagsung ya, soalnya Rican mau ngajar bimbel” kata Rican.

“yaudah, ini” sambil menyerahkan sepucuk surat Rama pun pergi.

Ricanpun bingung dan dibacanya sepucuk surat itu.

Coba baca, kalimat yang berjejer di depanmu,

mereka mencoba jelaskan isi hatiku

Aku yang diam diam mencintaimu,

aku mencintaimu dengan diam diam,

karna ta’ ingin senyummu yang biasa aku lihat terusik perasaanku

Sepakatlah denganku, kita rahasiakan perasaan cintaku ini,

cukuplah hatimu dan mimpiku yang tau, bahwa aku mencintaimu

Dan kan ku biarkan dirimu terbang dengan cinta yang lain,

asal persinggahanmu adalah bahagia, karna mungkin

n cintaku ta’ dapat mengantarmu ke tempat itu

Bagiku, aku mencintaimu itu lebih penting ketimbang aku harus memilikimu.

Rican bingung dalam hati apa maksud dari surat Rama ini, selang dari itu Rican dan Rama pun tidak ernah bertemuu lagi, hingga suatu waktu mereka bertemu tanpa sengaja disitu, Rican pun menayakan kepada Rama apa maksud dan tujuan dari surat itu.

“Rama apa maksud dari surat yang waktu itu?” kata Rican.

“itu surat menyatakan bahwa aku suka kamu.” Dengan tegas Rama menjawab.

“Aku tahu kamu suka aku, tapi aku juga tahu siapa kamu, so if you love me, please lepasskan semua yang kamu miliki dan jadikan aku Cuma aku yang ada dihatimu, only Me.” Dengan santun dan tegas Rican meminta.

“kamu tahu semuanya ya, jika itu mau mu, baiklah berikan aku waktu.” Kata Rama.

Sejak saat itu Rama dan Rican sudah jarang bertemu lagi, dan Rama coba fokus untuk mempertemukan Ani dan Anggun dalam satu kesempatan yang sama untuk memberitahukan dengan cara yang baik dan cukup terhormat.

Akhirnya ada kesempatan juga dimana Rama bisa mempertemukan mereka berdua pada kesempatan yang baik,

Disore hari itu Rama pun datang lebih cepat supaya bisa meredakan emosi kedua gadis pujaannya,

Dari sebelah kiri Anggun pun datang dengan senyum manies menyapa nya, dan dari sebelah kanan Ani pun juga datang menyapa dengan hangat. Dalam hati Rama berfikir mampus Gw kalo kaya gini bisa dimakan dua singa betina yang kelaperan ini,, hmm tapi buat Rican apa sih yang ga’.

“sore sayang, sore cinta” Rama coba menyapa mereka berdua.

“sayang!!! Cinta!!! Apa maksudmu Rama “ kata mereka berdua.

“hmm duduk deh kalian berdua jangan marah dulu aku mau jelaskan sedikit masalah yang bakal kalian tahu” kata Rama coba dengan gaya yang cool nya.

“udah cepetan” kata Ani.

“ya buruan ngmong.” Kata Anggun

“gini” akhirnya Rama pun menceritakan semuanya kepada mereka berdua.

“aku tahu aku salah dalam mendefiniskan cinta dan sayang kepada kalian aku tahu aku sudah melukai kalian tapiapa daya ini semua siklus hidup dan disini aku hanya ingin meminta maaf dan mengucapkan terima kasih karena telah mengajarkan cinta dan sayang kepada kalian..

Sambil berlalu meninggalkan mereka berdua Rama meletak dua pucuk surat buat mereka berdua, yang isinya.

aku
ingin berterima kasih sekali lagi padamu,
untuk mencintaiku, untuk menemaniku, untuk mendewasakanku ...
walaupun kau tahu,,
waktu telah berlalu,
dimana bertahun-tahun kita telah jadi satu.
Tidak ada penjelasan lagi disini karena kita sama-sama mengerti ...
Tak ingin apa-apa lagi...
dan kita tahu dunia ini akan lebih terang, karena kau disini
Dan membuat hari ini jadi mungkin ...
kau adalah inspirasiku
kau adalah api yang menyala di hatiku
meski pada saat aku terjatuh, atau tersesat ... dan kecewa
aku tahu aku memilikimu di dekatku
kau adalah harapanku,
dan tidak ada yang bisa menjelaskannya lebih baik.
dan hanya ada satu kata untukmu seorang
yang ingin kukatakan padamu atas cintamu
terimakasih dari lubuk hatiku yang terdalam
itulah yang ingin kuberikan padamu atas cintamu
akhirnya setelah pertemuan itu Rama coba unttuk membuka hatinya kepada Rican coba menjadi laki-laki bukan sekedar cwo’ yang bisanya menyakiti hati perempuan yang tulus mencintai .

= THE END =

Kamis, 02 Mei 2013

lirik lagu 2PM 10 out of 10

2PM – 10 Out Of 10

That girl neomu yeppeo Oh my god giga makhyeo
Igeon bon jeogi eomneun geureon areumdaumiya
Mallo seolmyeonghaedo aradeutji motalgeoya
Chaek sogeseona bol su inneun kkum sogeseona mannaboneun
Geureon yeojaran mallya narimyeon nalmada oji anha

Dwitmoseubi neomu sarameul goeropge hae
Chakhan nareul jakku nappeun mameul meokge hae
Igeon chameul suga eobseo jeongmal neomuna goerowo
Yeonghwa minyeoneun goerowol bol ttae deo goerowo

[*]
Geunyeoui ipsureun masisseo ipsureun masisseo
(10jeom manjeome 10jeom)
Geunyeoui darineun meotjyeo darineun meotjyeo
(10jeom manjeome 10jeom)
Geunyeoui nallineun meoritgyeol nallineun meoritgyeol
(10jeom manjeome 10jeom)
Geunyeoneun meorieseo balkkeutkkaji modu da
(10jeom manjeome 10jeom)

Nareul bogo utneunde (10jeom) malhaneun moksoriga (10jeom)
Mannamyeon manna bol surok eojjeom
Binteumi eobseo Yes sir, Yes sir
Geunyeo ttaemune jeongmal michyeosseo
Harurado an bol suga eobseo eoje neomu bappa haru swieosseo
Geureoja ibe gasiga dotchyeosseo Oh~

Dwitmoseubi neomu sarameul goeropge hae
Chakhan nareul jakku nappeun mameul meokge hae
Nuni tteoreojijil anha jeongmal mari doejil anha
Igeon yahan manhwayeonghwa boda deo yahan geot gata

[*]repeat
Lala lallalla lalla Pretty baby~
Lala lallalla lalla Be my lady~
Lara lallalla lalla Pretty baby~
Lala lallalla lalla Be my lady~

Lala lallalla nan ppajyeotjanha geunyeo eobsi saneun geon haebonamana
Geunyeoga juneunge neomuna manha nae ibeseo misoga kkeunhijil anha
Geunyeo eobsin sana mana geureom ije naneun eotteoke hana
Era moreugetda idaeroga jota geunyeoga surimyeon chwihae beoriryeonda
[*]repeat

Haha (10jeom manjeome 10jeom)
You know what it is(10jeom manjeome 10jeom)
It's JYP... (10jeom manjeome 10jeom)
And 2PM baby (10jeom manjeome 10jeom)

lirik just the way you are

JUST THE WAY YOU ARE

Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying

She's so beautiful
And I tell her every day
Yeah I know, I know
When I compliment her
She wont believe me
And its so, its so
Sad to think she don't see what I see
But every time she asks me do I look okay
I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Her lips, her lips
I could kiss them all day if she'd let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think its so sexy
She's so beautiful
And I tell her every day

Oh you know, you know, you know
Id never ask you to change
If perfect is what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking
If you look okay
You know I say

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing
Just the way you are

When I see your face
There's not a thing that I would change
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile,
The whole world stops and stares for awhile
Cause girl you're amazing
Just the way you are

Jurus Jitu Dekati Si Dia

Jurus Jitu Dekati Si Dia

SEBELUM membina tali asmara, pasti harus diawali dengan pendekatan atau sering dikenal dengan istilah PDKT. Ketika berada dalam tahap ini, terasa tidak sulit saat Anda dapat menarik perhatiannya dan sudah masuk ke dalam kehidupannya.

Kendati telah berhasil memikat hati si dia, namun Anda tentu tak ingin pendekatan yang telah dibina kandas di tengah jalan bukan? Nah, untuk itu Askmen membagi kiat praktisnya untuk Anda. Diantaranya:

Gali pembicaraan lebih dalam
Untuk mengetahui kepribadian si dia secara lebih dalam, Anda harus memulainya dengan sebuah komunikasi yang baik.

Karena jika Anda hanya memandang pujaan hati dari kejauhan, belum tentu si dia akan mengetahui perasaan yang selama ini dipendam. Jadi mulai sekarang atur langkah untuk menyapanya dan memulai pembicaraan. Maanfaatkan momen tersebut sebagai ajang untuk menguak sisi lain dari pribadinya.

Jangan terlalu sering menelepon
Telepon memang menjadi sebuah sarana komunikasi yang baik dengan sang pujaan hati. Namun, saat melancarkan PDKT dengan si dia, Anda tidak boleh terlalu sering menghubunginya. Selain akan mengganggunya, pulsa Anda pun pasti membengkak karena sering menghubungi si dia.

Agar komunikasi tetap terjalin baik dan membuat sang pujaan hati penasaran dengan Anda, ada baiknya hubungi si dia saat Anda merasa kangen dengannya.

Jangan mengeluarkan kata-kata kasar

Ketidakmampuan seseorang untuk menahan emosi kadang sering membuat seseorang mengeluarkan kata-kata kasar. Bila Anda termasuk dalam kategori pria seperti ini, cobalah untuk mengubah kebiasaan burukmu ini.

Karena hal ini tentunya akan merugikan diri sendiri dan tanpa disadari si dia telah menjauh dari sisimu.

Jangan menyebarkan gosip berlebihan

Kendati sebuah usaha untuk mendapatkan cinta sang pujaan hati tak mudah, namun Anda tidak boleh berbuat curang. Anda harus mewaspadai saingan yang juga tengah mendekati si dia, namun tidak boleh menyebarkan gosip tidak benar mengenai diri mereka. Cobalah bersaing secara sehat dengan para pesaingmu.

Bila si dia memilih Anda pasti sudah menunjukkan ciri-ciri kekagumannya, semisal tidak ingin jauh dari sisimu.

Tetap halus dan lembut pada si dia
Dengan menunjukkan sikap halus dan lembut pada sang pujaan hati, dijamin si dia akan mengerti perasaan yang Anda simpan kepadanya.

Memberikan perhatian kepada si dia akan membuat Anda lega, namun Anda juga harus memastikan si dia juga memiliki rasa yang sama kepadamu. Setelah mengetahui bahwa si dia memiliki rasa yang sama, jangan ragu untuk ungkapkan perasaanmu saat waktunya tiba

Senyum Yang Tulus (Natural Smile)
Tersenyum menunjukkan sikap yang ramah dan percaya diri. Senyum sangat baik bagi diri anda dan orang lain karena mampu menciptakan suasana yang tenang, nyaman dan keterbukaan dalam interaksi. Senyum ini merupakan syarat utama dalam membina hubungan yang baik.

Hilangkan Sikap Ragu-ragu
Dekatilah si dia dengan rasa percaya diri, dan tunjukkan padanya bahwa anda adalah orang yang tahu apa yang dia inginkan walaupun hanya dalam 3 detik saja. Setelah itu anda bisa pergi meninggalkan dia dari tempat itu.